Sisi Negatif Air Kemasan yang Tidak Diketahui Banyak Orang

“Air kemasan adalah air yang bersih dan sehat” – Itulah yang para produsen dan pemasar ingin Anda percayai. Pemasar tanpa lelah membombardir kita dengan gambar indah dari mata air pegunungan yang mengalir, murni, puncak gunung es, artis yang menenggak air kemasan ketika bersepeda.
Jangan sampai Anda mempercayai semua itu. Air kemasan adalah bisnis besar, dengan penjualan di seluruh dunia diproyeksikan untuk menjadi antara $ 50 dan $ 100 miliar per tahun. Tapi apakah botol kemasan benar-benar lebih murni daripada air keran biasa disaring di rumah Anda? Nah, mengingat bahwa banyak merek-merek ternama sebenarnya hanya menyaring air keran, hal ini dianggap bahwa air kemasan lebih murni daripada air keran bahkan dari sumber mata air alam.
Yang benar adalah, air kemasan biasanya mahal, kadang-kadang tidak sehat, dan selalu merusak lingkungan.
Artikel ini tidak mengajak Anda ramai-ramai meninggalkan SEMUA air kemasan, karena ada juga air kemasan yang benar-benar sehat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan kewaspadaan supaya kita bisa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kesehatan kita dan keluarga.
.
Kimia Plastik
Kebanyakan air kemasan dalam kemasan kecil terbuat dari bahan plastik polyethylene terephthalate (PET), yang dapat melepaskan senyawa kimia plastik berbahaya dan pengganggu hormon ke dalam air kemasan tersebut. Air minum kemasan dalam kemasan lebih besar juga tidak lebih baik. Pada tahun 2000, Consumer Reports menemukan bahwa 8 dari 10 galon besar yang mereka uji meninggalkan disruptor endokrin berbahaya bisphenol A (BPA) dalam air kemasan tersebut. BPA telah dikaitkan dengan kanker payudara, kanker prostat dan diabetes serta gangguan reproduksi.
Lebih parah lagi, pelepasan bahan plasitik ke dalam air kemasan akan makin meningkatkan seiring usia kemasan dan paparan terhadap panas.
.
Bakteri Berbahaya
Anda beresiko meminum suatu koloni bakteri dengan rutin minum air kemasan tertentu. Ketika NRDC (National Resources Defense Council) menguji lebih dari 1000 botol air, termasuk 103 merek air kemasan, organisasi tersebut menemukan bahwa 1/3 dari merek yang ada mengandung arsenik, bakteri dan organik sintetik melebihi batas yang diijinkan.
Dan pengujian NRDC ini tidak sendirian. C-crest Laboratories Kanada, sebuah perusahaan pengujian farmasi di Montreal, menemukan bahwa 70% dari selusin merek air kemasan diuji memiliki tingkat tinggi bakteri heterotrofik, yang bersifat patogen dan menyebabkan penyakit menular seperti E. coli. United States Pharmacopoeia mengatakan, bakteri heterotrofik dalam air minum sebaiknya tidak melebihi 500 unit koloni (CFUs) per mililiter, namun tingkat tertinggi dari sampel dicatat adalah 80.000 CFUs per mililiter!
.
Kualitas Buruk
Environmental Protection Agency (EPA) memiliki pedoman ketat untuk air keran tetapi tidak mengawasi air kemasan. Sebaliknya, air kemasan diatur oleh Food and Drug Administration (FDA = BPOM-nya Amerika), yang memiliki peraturan yang lebih lemah dan menerapkan aturan EPA hanya selektif untuk air kemasan. Juga, FDA hanya memeriksa air kemasan jika melintasi batas negara, dan sekitar 70% dari air kemasan tidak pernah meintasi batas negara, sehingga dibebaskan dari pengawasan FDA.
Kebenarannya adalah, rasa air kemasan dan kualitas dapat berkisar dari sangat baik sampai sangat buruk tergantung pada merek, dan itu adalah masalah serius untuk industri. Sayangnya, seperti kucing dalam karung, Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda dapatkan.
.
Distribusi Buruk
Banyak dari air dalam kemasan galon diangkut di atas truk atau mobil pick-up yang terbuka, dimana air galon tersebut terpapar panas sinar matahari selama dalam perjalanan distribusi. Hal ini membuat senyawa plastic terlepas dan bercampur ke dalam air serta menciptakan proses kimiawi yang dapat membahayakan kesehatan Anda.
.
Terlalu Mahal
Harga air botol bisa 500-3.000 kali lebih mahal dari air keran. Karena banyak produsen air kemasan yang paling airnya hanya disaring dari air keran, itu jauh lebih masuk akal untuk hanya membeli alat pemurni air dan memurnikan air sendiri di rumah. Memiliki pemurni air sendiri akan memberikan air bersih yang rasanya sama denga air kemasan tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah.
.
Tidak Ramah Lingkungan

Ketergantungan kita untuk minum air kemasan memberikan kontribusi besar terhadap polusi global. Diluar niat baik kampanye daur ulang, 85% dari botol PET terus dibuang, jatuh di sekitar kita sebagai sampah, atau sebagian lagi surut di laut dan mengancam kehidupan laut. Pada tahun 2006 produksi air kemasan yang digunakan setara dengan lebih dari 17 juta barel minyak, melepaskan lebih dari 2,5 juta ton karbon dioksida.
Apa yang dapat Anda lakukan? Anda bisa beralih menjadi pelanggan air minum isi ulang yang dimurnikan dengan sistem Reverse Osmosis (RO). Atau lebih baik lagi, yaitu memiliki pemurni air sendiri di rumah.
Link referensi: http://www.freedrinkingwater.com/water-education/quit-drinking-bottled-water.htm?utm_source=website&utm_medium=Edu-banner&utm_campaign=sq-bottles
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: